https://go.pub2srv.com/afu.php?zoneid=1423651

LAGI TAHAP PERANCANGAN :) :)

Saturday, February 25, 2017

Bacok Adik dan Aniaya Ibu, Johannes Tambunan Ditembak dari Jarak 70 Cm Diduga Sakit Jiwa




SiantarNews | Siantar,- Korban penembakan di Desa Nainggolan, Kecamatan Pahae Jae, Tapanuli Utara, Johannes Tambunan telah selesai diotopsi Tim Forensik RSU Dr Djasamen Saragih Kota Siantar. Hasilnya, korban disebut ditembak dari jarak 70 centimeter (Cm). 
 
Demikian disampaikan dokter forensik RSU Dr Djasamen Saragih, dr Reinhard Hutaean, Sabtu (25/2/2017). “Jarak tembak 70 centimeter. Dari segi forensik, (itu) luka tembak jarak jauh. Secara ilmu forensi, jarak minimal 70 centimeter itu, namanya luka tembak jarak jauh,” sebut dr Reinhard Hutaean.
 
Lebih lanjut dikatakan dr Reinhard, korban tewas dengan tiga luka tembak. Yang berada dibagian tangan kanan, dada sebelah kanan dan punggung sebelah kanan. Selain luka tembak, ditemukan juga luka memar dibagian leher dan kaki. Serta, tulang iga belakang pecah.
 
Sedangkan luka tembus akibat tembakan, terdapat dibagian tangan dan dada. “Luka tembus ada dibagian tangan dan dada,” ujarnya.
 
Pantauan Siantar News, keluarga korban tidak ada terlihat berada di instalasi forensik RSU Dr Djasamen Saragih Kota Siantar. Yang tampak, hanya sopir mobil ambulance, yang nantinya, akan membawa jenazah korban kembali ke Pahae, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara.
 
Sebelumnya diinformasikan, Johannes ditembak oleh personil Polsek Pahae, karena melakukan penganiayaan terhadap ibunya. Serta membacok adiknya dengan parang. Disebutkan, korban ditembak polisi, karena, ketika hendak diamankan, korban juga membacok Kapolsek Pahae Jae, AKP Vicktor Simanjuntak.
 
Saat ini, jenazah korban telah dibawa kembali ke Pahae Jae. Persisnya ke Desa Nainggolan, untuk dimakamkan. Informasi lainnya, Johannes Tambunan diduga sakit jiwa.
 
Share:

Tuesday, December 20, 2016

Buwas Perintahkan Tembak Mati Bandar Narkoba & Penghianat di Tubuh BNN

MEDAN – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Budi Waseso menegaskan kepada jajarannya untuk tidak ragu melakukan tindakan tegas terhadap bandar, pengedar serta pelaku bisnis narkoba lainnya, termasuk pengguna.
Bahkan, pria yang karib disapa Buwas mempersilahkan penindakan terhadap oknum di tubuh BNN yang terbukti berkhianat dengan terlibat dalam bisnis narkoba.
“Tembak mati. Termasuk jika ada pengkhianat di tubuh BNN,”ujar Buwas usai melantik Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), di Aula Cendana Kantor Bupati Deliserdang, Selasa (20/12/2016).
Tindakan tegas berupa tembak mati itu, kata Buwas, penting dilakukan karena saat ini para pelaku bisnis narkoba sudah gila-gilaan dalam memasarkan narkoba di Indonesia. Oleh karena itu, sebagai Kepala BNN, ia pun harus mengikuti apa yang diinginkan bandar narkoba.
"Jadi kalau bandar narkoba itu gila, jadi kita harus gila dalam menghadapi peredaran narkoba yang gila ini," tegas jenderal bintang tiga itu.
Menurut Buas, untuk memerangi peredaran bisnis haram tersebut, ke depannya semua lini maupun instansi dan masyarakat harus saling bersinergi. "Untuk TNI saya rasa dengan kata perang sudah dapat dimaknai mari kita sama-sama membersihkan narkoba ini demi generasi bangsa," tandasnya.          

source : okezone.com
Share:

WOOWWW!! Pokemon Go' untuk Apple Watch ???

CUPERTINO - Sebelumnya Santer diberitakan bahwa Niantic menunda peluncuran Pokemon Go di perangkat wearable. Kini, Niantic menegaskan bahwa proyek tersebut tetap berjalan sesuai jadwal.
Melalui akun Twitter resminya, Niantic mengungkapkan bahwa Pokemon Go akan hadir di Apple Watch. Sayangnya, mereka belum berbicara lebih lanjut mengenai tanggal peluncuran.
"Pokemon Go (untuk Apple Watch) sedang dalam pengembangan. Nantikan kabar terbarunya," ujar perwakilan Niantic.
Walaupun Pokemo Go belum tersedia di Apple Watch, namun Niantic telah menyediakan perangkat wearable yang berguna untuk mengetahui keberadaan Pokemon. Perangkat tersebut dinamakan Pokemon Go Plus.
Pokemon Go Plus yang terhubung dengan smartphone melalui bluetooth dapat bergetar jika terdapat kehadiran Pokemon di sekitar pemain. Demikian seperti dikutip dari Recode, Minggu (18/12/2016). 


Source : okezone.com                  
Share:

Penjelasan Buni Yani Datang ke UBK dan Pidato Sri Bintang di Kolong Tol Kalijodo

Buni Yani dengan kuasa hukumnya.

JAKARTA, KOMPAS.comBuni Yani mengaku menghadiri pertemuan di Universitas Bung Karno (UBK) pada 20 November 2016 lalu untuk mencari dukungan terkait kasus UU ITE yang menjeratnya.

"Saya datang ke sana bukan murni mau ikut itu. Saya kan dapat masalah dan pengin dapat dukungan dari kawan-kawan aktivis," ujar Buni di Mapolda Metro Jaya, Selasa (20/12/2016).
Polisi telah memeriksa Buni Yani sebagai saksi dari Sri Bintang Pamungkas, tersangka kasus makar. Dalam pemeriksaan itu, Buni Yani menjawab sekitar 25 pertanyaan penyidik Sub-Direktorat Keamanan Negara Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Ia ditanya soal pidato Sri Bintang Pamungkas di kolong tol Kalijodo dan pidato Sri Bintang di UBK. Namun, Buni mengaku tak memperhatikan apa yang disampaikan Sri Bintang di UBK.
"Saya enggak perhatikan karena saya perhatikan masalah saya, bukan masalah kawan-kawan itu," ujar Buni.
Buni mengatakan, di UBK itu ia berbicara dengan banyak orang, tetapi tak ada yang dikenalnya secara pribadi. Adapun di Kalijodo pada Agustus lalu, Buni masih mengajar dan banyak kegiatan.

"Saya pusing urusan saya sendiri," ujar Buni.

Source: Kompas.com
Share:

Dibayangi Penembakan Dubes, Menlu Turki-Rusia Bertemu





MOSKOW – Menteri Dalam Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov dan Menlu Turki Mevlut Cavusoglu dilaporkan bertemu di Moskow pada Selasa 20 Desember 2016 untuk membicarakan situasi di Suriah. Pertemuan ini diadakan usai Turki-Rusia dibayangi insiden penembakan Duta Besar Rusia untuk Turki Andrei Kavlov pada Senin 19 Desember 2016 malam waktu setempat.
Pertemuan ini sebenarnya sudah dijadwalkan jauh hari di mana selain menerima Cavusoglu, Lavrov juga bertemu dengan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif. Dilaporkan, pertemuan trilateral ini diadakan untuk membahas krisis Suriah dari berbagai sisi.
Pertemuan ini dianggap penting karena ketiga negara berada di sisi yang berbeda dalam krisis Suriah dan dibutuhkan usaha Turki, Iran dan Rusia untuk sepenuhnya menghentikan perang saudara di negara tersebut. Sekadar informasi, Rusia dan Iran selama ini mendukung pemerintah di bawah Presiden Bashar al-Assad sedangkan Turki mendukung pemberontak rezim Assad.
“Turki dan Rusia telah menunjukkan kepada dunia apa yang mereka dapat capai jika bekerja sama,” tutur Cavusoglu di awal pertemuan dengan Lavrov dan Zarif, sebagaimana dikutip dari Associated Press, Rabu (21/12/2016). Apa yang dimaksud Cavusoglu adalah kesepakatan damai Turki dan Rusia telah membantu proses usaha evakuasi ribuan orang dari wilayah Aleppo bagian timur.
Lavrov menegaskan, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sepakat bahwa penembakan insiden Dubes Rusia untuk Turki membuat kedua negara membulatkan tekad untuk memerangi terorisme dan membuat pertemuan trilateral yang diadakan di Moskow tersebut menjadi lebih penting.
Dilaporkan, sebelum pertemuan itu diadakan, para menlu sempat meletakkan bunga di depan foto Kavlov yang berada di gedung Kementerian Luar Negeri Rusia. Cavusoglu mengatakan, jalan di Kedutaan Besar Rusia di Ankara akan diganti namanya menjadi Karlov sebagai bentuk penghormatan kepada sang Dubes Negeri Beruang Merah tersebut.


Source: okezone.com          
Share:

Umat Islam Pakai Atribut Natal, MUI: Itu Tanggung Jawab Pribadi


JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa Nomor 56 pada tanggal 14 Desember 2016. Isi surat tersebut adalah melarang umat Islam menggunakan atribut non muslim baik dipaksa, maupun sukarela saat perayaan natal.
Ketua MUI, Ma'aruf Amin mengatakan meski fatwa telah dikeluarkan, pihaknya tak akan bisa menindak para umat muslim yang masih menggunakan atribut Natal, dan tanpa larangan, atau sukarela.
"Terserah saja mereka ingin menarik pengunjung. Bagi mereka yang menggunakan karena tanpa terpaksa, itu adalah tanggung jawab pribadinya," kata dia di kediaman Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Jalan Patimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (20/12/2016).
Ia menambahkan, seharusnya, dengan adanya fatwa, umat Islam bisa sadar untuk menghindarinya. Tetapi, hal itu kembali kepada pribadi masing-masing.
"Bahasa agamanya nanggung dosa sendiri. Karena ada fatwa yang mengeluarkan (larangan)," tukasnya.

Source: Okezone.com          
Share:

Berikut Hasil Diskusi Kapolri dengan Ketua MUI Terkait Fatwa Haram Atribut Natal



JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengundang Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin untuk berdiskusi mengenai fatwa haram penggunaan atribut nonmuslim bagi umat Islam dalam perayaan Hari Raya Natal.
Pasalnya, akibat fatwa tersebut, yang tidak tersosialisasi dengan baik, terjadi sejumlah aksi sweeping yang dilakukan sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) tertentu di sejumlah daerah.

"Karena berawal dari fatwa ini terjadi peristiwa yang cukup meresahkan masyarakat ada sweeping bahkan berujung pada kekerasan," kata Tito di rumah dinasnya, Jalan Patimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (20/12/2016).

Menurut mantan Kapolda Metro Jaya ini, Ormas tersebut mengatasnamakan fatwa MUI dengan masuk ke pusat perbelanjaan dengan membuat pernyataan kepada pemiliknya. Selain itu, di Surabaya, kata Tito ada aksi dengan menyebarkan fatwa MUI dengan jumlah yang signifikan dan mengesankan ada intimidatif.

Tito mengungkapkan, atas sejumlah kejadian tersebut, dirinya meminta penjelasan langsung kepada Ma’ruf mengenai fatwa haram penggunaan atribut Natal ini.

"Saya minta penjelasan ke ketua, Pak Kiai mengenai fatwa tersebut. Inti fatwa itu larangan ke umat Islam menggunakan atribut nonmuslim, lalu larangan memaksa bagi karyawan menggunakan atribut nonmuslim dengan acaman pecat. Itu yang menjadi intinya," jelasnya.

Bagi Polri, lanjut pria kelahiran Palembang itu, sangat menghargai fatwa MUI tersebut. Namun, orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu menegaskan fatwa bukanlah produk hukum yang bersifat mengikat layaknya Undang-Undang Dasar, TAP MPR, Peraturan Menteri, KUHP, dan sebagainya.
"Sehingga fatwa MUI lebih kepada upaya imbauan yang ditujukan ke warga muslim mengenai penggunaan atribut natal dan itu tidak bersifat mengikat," ungkapnya.

Terkait aksi sweeping yang dilakukan ormas tertentu, Tito mengaku sudah menyampaikan kepada jajarannya agar menindak tegas aksi tersebut, apalagi yang sudah berujung kepada tindakan pengerusakan.
"Seperti kasus di Solo, ada pemukulan. Saya sudah perintahkan ke Kapolda Jateng bentuk tim untuk memberikan jaminan hukum kepada masyarakat," tukasnya.

Source: okezone.com

            
Share:

pop

SatudotCom. Powered by Blogger.

Recent